PONTIANAK – Kesigapan
Komisi A DPRD Kalbar membuka pengaduan mafia anggaran direspons baik
Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar).
Mereka berjanji akan melaporkan.
“Kita
tunggu tanggal mainnya. Nanti akan kita sampaikan ke Komisi A. Tidak
ada perdamaian tanpa keadilan,” tegas Jimmy Pratomo, Sekjen Solmadapar
kepada Equator, Rabu (12/10).
Pihaknya
juga mempertanyakan kepada legislator Kalbar siapa yang sebenarnya
tidak beretika. Apakah mahasiswa atau para birokrat atau justru
legislator itu sendiri.
“Sejauh
ini apakah para birokrat dan DPRD beretika ketika menjalankan tugasnya.
Apakah beretika dalam menjalankan roda pemerintahan selama ini. Dari
pengalaman Solmadapar ketika menggelar aksi, selalu memvonis mahasiswa
tidak intelektual,” sesal Jimmy.
Dia
menegaskan, kerugian keuangan daerah berdasarkan hasil temuan BPK RI
Perwakilan Kalbar itu apakah menunjukkan etika seorang pejabat dalam
melaksanakan tugasnya. Itu yang seharusnya disoroti para legislator di
DPRD Kalbar. Membongkar indikasi ada permainan, membongkar dugaan adanya
mafia anggaran.
Selain
itu, sambung dia, soal anggaran menyambut kedatangan Presiden RI
seharusnya pemerintah provinsi terbuka. Berapa besar sebenarnya anggaran
yang digunakan melalui APBD itu, dan dipergunakan untuk apa saja. Di
mana transparansi dari pemerintah provinsi.
Jimmy
menegaskan, APBD itu adalah uang rakyat dan bukan rahasia negara.
Karena di pasal 3 ayat 1 UU Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara,
anggaran dikelola secara transparan dan akuntabel.
“Transparan
itu kan artinya terbuka, bukan rahasia negara. Kenapa pemerintah
provinsi selama ini tidak transparan dalam mengelola keuangan daerah
itu. Soal anggaran menyambut kedatangan presiden saja ditutup-tutupi.
Dan kalau memang ada mafia anggaran itu yang harus disebut tidak
beretika,” katanya.
Sebelumnya,
Ketua Komisi A DPRD Kalbar, H Retno Pramudya SH MH meminta kepada
mahasiswa, LSM dan masyarakat yang mengetahui adanya praktik mafia
anggaran untuk memberikan laporan kepada Komisi A yang membidangi hukum
dan pemerintahan dengan cara yang santun dan beretika.
Komisi
A, kata Retno, akan melaporkannya langsung ke aparat penegak hukum.
“Sebutkan saja orang-orang yang terlibat. Apakah dari pihak pengusaha,
eksekutif maupun anggota Dewan yang terlibat. Tetapi harus didukung
bukti dan fakta yang benar, bukan fitnah,” tuntas politisi daerah
pemilihan Sanggau-Sekadau ini.
Mencuatnya
persoalan ini bermula ketika dalam paripurna pandangan umum
Fraksi-Fraksi di DPRD Kalbar terhadap perubahan APBD 2010 dalam
paripurna di Balairung Sari DPRD Kalbar, Selasa (4/9) Solmadapar
berdemo.
Aksi
para mahasiswa itu menyusul temuan BPK RI Perwakilan Kalbar terhadap
kerugian keuangan pada Pemprov Kalbar sebesar Rp 156 miliar dan temuan
nilai aset yang tidak dapat diyakini kewajarannya. Bahkan aksi mahasiswa
tersebut sempat terjadi keributan antara legislator Kalbar dengan para
pendemo yang jumlahnya sekitar sepuluh orang itu. (jul
Untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih baik, mari bersama - sama kita bangun, caranya? Apabila kamu menemukan link yang mati/sudah tidak berfungsi atau gambar yang sudah tidak muncul/expire, silahkan hubungi kami disini. Laporan anda sangat berpengaruh pada perkembangan blog ini.Tanks atas perhatiannya
GET UPDATE VIA EMAIL
Dapatkan kiriman artikel yang terbaru
Dari Kami langsung ke email anda!
Dari Kami langsung ke email anda!

0 komentar:
Posting Komentar